Removal Unit (RMU)

Perdagangan emisi seperti yang telah dinyatakan dalam Artikel 17 Protokol Kyoto, memungkinkan negara yang memiliki kapasitas serap karbon yang tinggi menjual kelebihan kapasitasnya pada negara yang lebih banyak mengemisikan karbon. Dalam hal ini, komoditi baru diciptakan dalam bentuk reduksi atau penghilangan emisi. Sejak karbondioksida dinyatakan sebagai gas rumah kaca utama, orang-orang sering menyebut perdagangan karbon. Saat ini karbon diperdagangkan seperti komoditas lain dan hal tersebut disebut perdagangan karbon atau carbon trading.

Dalam reduksi emisi, unit emisi dapat diperdagangkan atau dijual melalui mekanisme perdagangan karbon Protokol Kyoto. Removal unit (RMU) berbasis penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan dan kehutanan (land use, land use change and forestry-LULUCF), Emission reduction unit (ERU) yang dihasilkan dari proyek joint implementation, Certified emission reduction (CER) yang dihasilkan dari aktifitas proyek clean development mechanism (CDM) adalah beberapa unit yang ekivalen dengan satu ton karbondioksida

Removal unit (RMU) merupakan unit yang dberikan pada negara Annex B berdasarkan penyerapan karbon dari penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan dan kehutanan (land use, land use change and forestry-LULUCF). Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu :

  • Aforestasi

Penambahan lahan dengan vegetasi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas simpanan karbon namun tergantung pada ketersediaan lahan pada setiap negara. Pemilihan spesies dibutuhkan untuk mendapatkanvegetasi yang tepat guna mengatasi peningkatan suhu dan perubahan curah hujan (dan angin kencang) di masa yang akan datang.

  • Reforestasi

Reforestasi merupakan bagian penting dari hutan yang termanagemen secara berkelanjutan. Penanaman setelah penebangan memastikan hasil yang kontinyu. Penanaman vegetasi muda akan lebih meningkatkan simpanan karbon di hutan.

  • Menghindari deforestasi

Menghindari deforestasi merupakan salah satu cara penyerapan karbon terbesar melalui hutan.

  • Manajemen hutan (termasuk perubahan sistem silvikultur)

merupakan pilihan yang mungkin dilakukan oleh pemilik lahan bervegetasi dan hal ini dapat dibagi berdasarkan cara yang peling efektif untuk penyerapan karbon. Hutan yang termanajemen memiliki potensi dan lebih sustainable untuk penyerapan karbon dalam jangka panjang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s