Trip to Hangzhou

Pada kegiatan 2011 International Student Conference on Environment and Sustainability di Shanghai terdapat beberapa rangkaian acara, yaitu seminar, lecture, diskusi, dan fieldtrip. Kebetulan sekali saya termasuk ke dalam grup clean energy and green mobility. Fieldtrip untuk grup ini adalah ke Yangshan Harbour dan kota Hangzhou.

Pemandangan cukup indah mengiringi perjalanan kami. Bangunan megah serta gedung-gedung tinggi khas kota metro Shanghai mulai jarang seiring perjalanan menuju Yangshang Harbour. Perumahan warga cukup banyak diselingi dengan areal pertanian sayuran yang terpampar luas. Hal yang mengesankan adalah bahwa hampir disetiap atap rumah penduduk terdapat pemanas berbasis solar thermal. Rumah penduduk bertingkat dengan dua lantai dan tertata rapi. Selain itu juga, tidak ada penduduk yang menggunakan kendaraan bermotor. Mereka lebih prefer untuk jalan kaki, naik sepeda atau mengunakan transportasi umum.

Setelah perjalanan sekitar satu jam, akhirnya kita sampai di Donghai Bridge. Jembatan ini merupakan salah satu jembatan terpanjang di dunia dengan panjang jembatan mencapai 32,5 km. Jembatan ini menghubungkan kota Shanghai dan Yangshan. Hal yang menarik di tempat ini adalah wind turbin. Sepanjang perjalanan, dapat dilihat wind turbin pada sisi kiri dan kanan jalan. Angin yang berhembus cukup kencang sehingga dapat memutar turbin yang kemudian akan menghasilkan listrik. Sepertinya China memang benar-benar serius dengan sustainable development-nya dan pilihan panitia konferensi sangat tepat untuk mengajak peserta melewati tempat ini.

 

Setelah sampai Yangshan, kita berhenti sejenak untuk istirahat dan menikmati pemandangan kabut diatas bukit yang bergerak cukup cepat. Setelah dari Yangshan kita beranjak ke Hangzhou. Tujuan pertama di Hangzhou adalah pertunjukan teater The Romance of Song Dynasty. Hangzhou memang terkenal dengan berbagai legendanya seperti kisah ular hijau dan ular putih. Pertunjukan teater ini memang luar biasa. Ada beberapa cerita yang dipentaskan dengan tempo waktu yang tidak terlalu lama sehingga penonton tidak bosan. Efek lightningnya pun sangat professional sehingga suasana benar-benar seperti nyata. Hal ini semakin menarik lagi ketika beberapa aktor melakukan aksi akrobatik.

 

Keesokan harinya kita pergi ke West Lake (famous place in Hangzhou). Disana kita hanya berkeliling-keliling sambil berbincang-bincang dengan peserta lain. Tidak ada yang begitu menarik di tempat ini. hanya danau, taman, pagoda dan sebuah restaurant paling terkenal di Hangzhou, Lou wai lou. Namun tempat ini merupakan tempat yang kental dengan legenda percintaan seperti legenda ular putih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s