First Hiking: Menyatu dengan Alam

Naik gunung?wow, kedengarannya keren. Mendengar ajakan teman2 asrama, gw langsung menyambutnya dengan semangat. Yok, gw ikut (sambil angkat tangan). So, we planned then everything we have to prepare. Perlengkapan, pemesanan tiket, latihan fisik, dan hal2 ribet lainnya..……

Time keeps running but we never do what we’ve planned before, haha, ble’e. Perlengkapan hanya beberapa jam persiapannya, latihan fisik? Hehe, I just walk to reach campus (itu juga latihan kaleee, hahaha). And hiking time is coming.

 

Berangkat jam 12 malem dari yang direncanakan jam 10 malem. Naik angkot ke pintu Gunung putri, cianjur. Selama perjalanan, yah kita sambil bermimpi lah (tidur maksudnya). Sampai di sana jam 2 lebih 15 menit. Para pendaki lain udah pada terlentang di teras2 warga. Nah, lhoh, kita tidur dimana boy? mikir….mikir……mikir…..finally, kita tidur di masjid (sedikit anget lah dari pada di teras, hahaa).

Jam 4 teng teng, suara berisik. Lupa siapa tapi bagus sih, dia ngingetin kita buat sholat Tahajud. Dengan mata yg masih merem melek, kita bareng2 pergi ke tempat wudlu. Airnya dingin, tapi gak terlalu dingin juga sih. Tapi pas masuk masjid, badan mulai menggigil. Semilir angin sebentar2 mengoyak2 badan ini. Beuh, baru kali ini ngerasain menggigil yg dahsyat.

Jam 6 kita persiapan, sarapan pagi, biar tenaganya full.

Dan perjalanan pun dimulai.

Tas carry sudah siap, kita berjalan menyusuri jalan setapak berbatu. Tanjakan tajam gak habis2nya kita jumpai, 15 menit jalan, istirahat, 10 menit jalan, istirahat, hahaha, pada capek sih. Istirahatnya juga lama lagi.

Sebenernya gak semuanya, ada beberapa orang yg cepet capek, mungkin karena barang bawaan berat sama kondisi fisik yg emang gak disiapin. Akhirnya kita bagi 2 tim, tim pejalan cepat dan tim penikmat perjalanan (biar lebih halus, hahaha, tahu kan maksudnya).

Gw masuk di tim pertama, kita jalan duluan dan akhirnya sampai di padang Surya Kencana (namanya keren yak, kayak jaman2 angling dharma :p ). Terhampar luas, bunga edelweiss yg katanya dilindungi. Pemandangan indah gak pernah luput dari pandangan mata.

Eits, kabut datang, takut sih kalau hujan, tapi pemandangannya lebih keren coy (kayak di pilem2, wkwkwkwk). Dan ujung2nya juga keujanan. Bernaung? Dimana?kagak ada genteng kagak ada atap. Rain coat?ketinggalan di tas gw yg dibawa grup 2. Akhirnya gw pake tenda sambil jalan ke camp site, haha, maksa.

Disana kita coba bikin tenda, kita pilih yg deket dengan sumber air, biar gak jauh jalannya. BTW, lo kepikiran gak sih, kalau di tempat terbuka gitu buang airnya dimana? Nah, Lhoh,!!!! Kencing ya hmmmm, everywhere is toilet, tp tetep jaga sopan santun. Cz ada banyak pendaki lain dan kalau bisa agak jauh dgn sumber air. Kalau nyampur ke sumber air, trus buat minum gimana? Bisa berabe coy (tp gak juga sih, kan ada natural filter :D)

To be continued …….

Advertisements

5 thoughts on “First Hiking: Menyatu dengan Alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s