Experiencing India: kesan pertama

Hi guys, long time no post, heeh

Awal Februari lalu alhamdulilah dapat kesempatan ikut kegiatan Asia Pacific UNEP TUNZA Children and Youth Conference yang diadain di Ahmedabad, India. Alhamdulilahnya lagi tiket pesawat dan akomodasi juga dibayarin sama mereka kecuali biaya pendaftaran sekitar 1 jt. Sesuatu banget kan yah…..

Alhasil aku berangkat bersama seorang teman dari Soetta tanggal 4 Februari 2012 jam 15.50 dengan pesawat Malaysia Airlines. Gak tahu atau memang sengaja, panitia memesankan kami hindu meal padahal kami tidak beragama hindu, untung aja masih doyan dan emang lagi laper.

Kita tiba di Mumbai (dulu Bombai) pukul 23.50 waktu setempat. Nah, kesan pertama dimulai di tempat ini. Ketika keluar dari airport terlihat orang-orang yang akan menjemput cukup ramai. Sesekali mobil lewat dengan membunyikan klakson karena jalan yang akan dilalui sedikit terganggu. Namun setelah sekian lama bunyi klakson semakin keras dan diikuti bunyi klakson mobil-mobil lainnya. Dan wow, setelah diselidiki ternyata ada yang berantem lho kawan. In my mind, wah, gak ada beda donk sama di negara gw? huhu. Bahkan ini di airport lho. International airport lho. Bukan di terminal.

Karena merasa terganggu akhirnya kami pindah ke guest room. Alhamdulilah disini ada beberapa kursi kosong yang bisa dipakai buat tidur. Akhirnya kita gantian tidur, karena harus ada yang jagain barang. Karena kebelet dari tadi akhirnya aku pergi ke toilet. Nah, disini nih, kesan buruknya. Fiks jorok. Masak ada yang abis buang air besar kagak disiram. Hiii (Untung gak ada fotonya, hehe).

Dan pada pukul 4 pagi kita bersiap-siap untuk penerbangan ke Ahmedabad. Aku dan Sintong berpisah disini karena kita dipesenin tiket yang beda. Dia di terminal 2, terminal yang sama sedangkan aku di terminal 1 (gak tahu tuh dimana, dikiranya gak jauh-jauh dan ada bis yang mengantar). Karena gak tahu dimana terminal 1 aku bertanya ke resepsionis. Setelah dikasih tahu arah-arahnya akhirnya dia aku mintai tolong dia buat nawar bajaj (disana supir bajaj gak bisa bahasa inggris). Setelah nego akhirnya sopir bajaj menawarkan harga 70 rupees. Kata si resepsionis itu terlalu mahal dan akhirnya aku disarankan untuk jalan.

Setelah jalan beberapa lama, aku ngrasa kok lumayan jauh ya. Ku panggil deh sopir bajaj. Ku bilang ke terminal 1 lalu kita bernegosiasi dan kita sepakat 100 rupees. Setelah sampai di terminal 1 aku kasih uang 500 rupees. Terus dia ngasih kembalian 300 rupees. Wah kok mahal, aku protes. Dia bilang jaraknya jauh lalu pergi nyelonong gitu aja. Hmmmmmm, mulai jengkel dan emosi.

Aku masuk ke terminal 1 untuk check in. Antrinya lumayan lama. Dan setelah menghadap di meja check in ternyata pesawatnya sudah boarding. Mulai khawatir. Dia bilang, aku sudah telat dan tidak boleh masuk. Fiks hopeless. Duh, fikiran udah kemana-mana karena duit yang ku bawa juga terbatas. Aku disarankan ke loket Jet Airways di depan. Akhirnya kesana dan ternyata cukup bayar charge sekitar 800 rupees (sekitar 200rb). Huhft, alhamdulilah.

Aku menunggu penerbangan berikutnya, yaitu jam 5 sore. karena lapar, akhirnya aku beli kayak makanan donat gitu (lupa namanya apa). Tapi rasanya aneh banget (gak biasa kali ya). Niatnya ngirit mau buat sampai sore ternyata malah gak doyan dan kebuang akhirnya.

Dan selama seharian nyampah di airport. Jalan kesana kemari, mondar mandir. Gak jelas deh pokoknya. Nah, untung aja ada wifi gratis. Cukup masukin no HP dan no penerbangan. Akhirnya ngetweet2 gak jelas deh. :p

Jam 5 kurang dikit aku naik pesawat, take off dan sampai di Ahmedabad sekitar pukul 6. Nah, disini ada problem lagi. Aku gak tahu bakal ada yang jemput apa nggak. Aku SMS sintong, Jyoti (cp acaranya) dan Komal (yang mesenin tiket). Padahal udah banyak yang nawarin taksi. Tapi karena sangsi sama kejadian di Mumbai. Akhirnya ku putuskan untuk menunggu jemputan. Setelah sejam, akhirnya ada bapak-bapak bawa plang CEE. Wah, alhamdulilah. Ku sapa Bapak itu, lalu aku diantar ke mobil lalu disuruh nunggu disana karena masih menunggu beberapa orang lagi.

Tahu gak sih kalo bapak itu parkir di tempat yang tepat sekali. Tepat disamping tulisan No Parking. Kan aneh tuh, udah jelas-jelas ada tulisannya. Hmmm.

Ini lah kesan pertamaku ke India. Kebanyakan memang kurang baik. Tapi buat dijadiin pengalaman dan pelajaran apa salahnya.

Advertisements

16 thoughts on “Experiencing India: kesan pertama

  1. Pingback: Experiencing India: First Day | Dody Setiawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s