SAYONARA RUMAH PEMIMPIN MUDA

 

Dua tahun silam, aku bekerja keras untuk masuk rumah ini. Rumah yang membesarkan calon pemimpin masa depan. Rumah yang selalu terasa adem karena suara bacaan ayat-ayat suci di dalamnya. Rumah yang selalu ramai dengan diskusi masalah bangsa dan agama. Rumah yang dindingnya penuh dengan ukiran prestasi penghuninya. Rumah yang selalu hangat dengan gelak tawa dan guyonan dari beberapa orang.

Tapi kala itu, aku GAGAL. Teman seperjuanganku, yang awalnya ogah-ogahan masuk rumah ini, malah berhasil diterima dengan senyum hangat penghuni lamanya. Memang, tidak sembarang orang boleh masuk rumah ini. Butuh niat yang tulus dan keyakinan yang kuat. Ku akui, aku dulu setengah hati ingin masuk rumah ini dan ternyata memang benar aku gagal.

Sepuluh bulan kemudian, teman seperjuanganku ganti mengajak aku untuk mencoba masuk rumah ini kembali. Saat itu, ada pergantian penghuni karena beberapa kondisi yang mengharuskan itu. Ku mantapkan hati sambil mohon petunjuk pada-Nya. Tidak lupa, aku mohon restu orang tuaku. Dan ternyata memang semua mendukung dan merestui. Ku coba dan alhamdulilah berhasil.

Rumah ini bukan sekedar tempat tinggal dan tidur. Bukan juga sekedar tempat bermain atau tempat ngenet gratis. Tapi rumah yang mendekatkan penghuninya. Dekat lahir batin. Dekat jiwa raga. Sampai-sampai engkau rela mengorbankan apapun demi seorang teman sesame penghuni rumah ini.

Saat pertama kali masuk, aku berkenalan dengan teman-teman baruku. Sekilas, mereka memang biasa saja, sama seperti mahasiswa lainnya. Tapi setelah beberapa lama, aku menyadari mereka punya spesialisasi masing-masing. Karena memang kami dididik untuk fokus, setidaknya pada tiga bidang: wirausaha, organisasi dan prestasi. Hal ini terbukti pada saat akhir tahun dimana kami sama-sama menyaksikan bahwa pemimpin-pemimpin kampus memang ada di rumah ini. Ada ketua dan wakil ketua BEM fakultas, wakil ketua BEM KM, ketua lembaga dakwah kampus, ketua lembaga dakwah fakultas, mahasiswa berprestasi, direktur UKM, dll. Aku sangat bersyukur karena dekat dengan mereka.

Disini, kami bertukar ide. Kami sering berdiksusi. Kami membuat proyek bersama. Kami juga saling memotivasi. Kami juga sharing informasi. Kami saling mendukung satu sama lain. Itulah karakter kami, MENJUNJUNG TINGGI KEBERSAMAAN. Saat aku capek hati dan hampir putus asa ketika mencari dana untuk keluar negeri, seorang teman terus memotivasi dan memberikan masukan-masukan. Thanks friend aku berhasil. Dan bahkan, saat beberapa dari kami bersaing untuk meraih gelar mahasiswa berprestasi, kami tetap saling mendukung dan memberikan masukan.

Saat aku menulis ini, tepat hari dimana aku keluar secara resmi dari rumah ini. Rumah yang membesarkanku. Rumah yang membangkitkan idealisme yang dulu sempat luntur. Rumah yang mengajarkanku banyak pelajaran hidup.

Rumah kami Asrama PPSDMS Nurul Fikri. Thanks to Pak Musholli, Bang Adi Wahyu Aji, Bang Bachtiar, Bang Ihsan, Bang Ari, Mbak Tiwi, Bang Nazrul, Bang Sobari, staff PPSDMS Nurul Fikri, para donatur dan dewan penasihat, serta teman2 PPSDMS angkatan I-V. InsyaAllah kami akan membalas jasa besar PPSDMS dengan prestasi-prestasi kami di pasca kampus. Semoga niat ini tulus untuk TERBANTUKNYA INDONESIA YANG LEBIH BAIK DAN BERMARTABAT SERTA KEBAIKAN DARI ALLAH PENCIPTA SEMESTA ALAM. Amin.

Advertisements

2 thoughts on “SAYONARA RUMAH PEMIMPIN MUDA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s