VODKA: Connecting People

Aneh dengan judul diatas? Memang aneh sih. Itu sebenarnya jargon NOKIA yang dipelesetkan menjadi VODKA. Kata-kata itu aku temui ketika mencari souvenir untuk kerabat. Di toko yang aku kunjungi ada kaos yang bertuliskan VODKA: Connecting People. Sejenak aku langsung tersenyum dan sedikit tertawa melihat tulisan itu. Orang Rusia memang terkenal dengan alcohol dan vodka.

Pertama kali aku sampai di Bandara Domodedovo, Moscow, bau yang tercium adalah bau alcohol. Pada saat itu aku sedang mengantri untuk proses imigrasi dan pengecekan passport. Setelah mengantri cukup lama, akhirnya aku sampai diurutan paling depan. Tiba-tiba terdengar suara berisik di belakangku. Ternyata ada orang yang tiba-tiba menyerobot masuk kebarisan antrian. Dia berbicara dengan bahasa Russia sambil tertawa-tawa sendiri. Tidak lama kemudian, orang itu berdiri disampingku sambil sesekali tersenyum. Tiba-tiba, dia menyodorkan sebatang rokok sambil ngomong sesuatu dengan bahasa rusia. Aku yang gak ngerti hanya mengibas-kibaskan tangan tanda menolaknya. Tapi dia terus memaksa. Bapak-bapak dari Indonesia yang kebetulan ada di belakangku berbisik, “ambil saja dek, gak apa-apa”. Lantas, aku ambil rokok tersebut. Lalu orang itu berdiri didepanku dan mengambil posisi antrianku. Owh, dia menyogok? Hmmmm, baru ngeh. Kemudian dia memelukku dan menempelkan pipinya di pipiku. Dan hmmmm alcohol smelling. Bapak-bapak yang ada dibelakangku bilang,“biarin saja, dia lagi mabok”. Pengalaman pertama dengan alcohol orang rusia.

Pada saat sampai di camp site Seliger, hal pertama yang dilakukan panitia adalah memeriksa tas peserta. Mereka khawatir jika ada peserta yang membawa alcohol. Mayoritas peserta adalah pemuda dari Russia (hampir 2000 peserta) yang terkenal dengan kesukaannya akan vodka. Daerah perkemahan adalah hutan sehingga dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ketika ada peserta yang minum dan terlampau mabuk. Mereka yang minum bisa jadi beringas dan tidak terkontrol.

Selain itu, ketika aku jalan di taman-taman di Moscow pada malam hari, aku lihat orang-orang sedang pegang minuman sambil tertawa terbahak-bahak gak jelas. Gak hanya cowok, ada juga ibu-ibu yang begitu. Umumnya mereka yang minum di taman, tertidur di kursi dan bangun pada pagi harinya.

Ada suatu lelucon yang menarik mengenai vodka. Pada umumnya bayi yang baru lahir akan disusui oleh ibunya. Kalau memang ibu terlalu sibuk dan tidak bersedia menyusui, biasanya bayi diberikan susu formula. Susu memang makanan yang kaya akan gizi karena bayi yang baru lahir sangat butuh asupan gizi yang banyak untuk pertumbuhan badan dan perkembangan mentalnya. Namun, hal ini ternyata berbeda dengan orang Russia. Bayi yang baru lahir langsung diberikan vodka. Jadi setelah dia besar, dia bisa minum berbotol-botol vodka. Notes: This is just joke J.

Advertisements

2 thoughts on “VODKA: Connecting People

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s