Kecopetan

Di Russia, tepatnya di kota St Petersburg, untuk pertama kalinya aku mengalami kecopetan. Aku termasuk orang yang selalu waspada. Aku jarang sekali menaruh dompet di saku celana ketika menggunakan angkutan umum. Tapi mungkin karena ekspektasi di St Petersburg yang bagus dan Russia dimana termasuk negara maju, aku sedikit tidak mengkhawatirkan tentang keamanan di transportasi umum.

Tanggal 17 Juli 2012, tepatnya pukul 20.30 aku sampai di St Petersburg. Bus dari Seliger menurunkan penumpangnya di stasiun metro paling ujung, yaitu Kupchino. Karena sudah tahu rutenya aku langsung mengajak teman-teman naik metro, yaitu sebuah kendaraan transportasi sejenis kereta listrik bawah tanah. Melihat Nana yang kesulitan membawa koper yang ukurannya cukup besar dengan rodanya yang rusak, aku merelakan diri untuk membantu membawanya.

Untuk sampai ke hostel yang sudah di booking di pusat kota, yaitu sekitar Nevsky Prospekt, kami harus transit 1 kali di stasiun Nevsky Prospekt kemudian lanjut ke stasiun maykovskaya. Dalam perjalanan dari stasiun Kupchino ke stasiun Nevsky Prospekt, kami mencurigai seseorang yang mengikuti kami. Gerak-geriknya cukup mencurigakan. Ketika kami akan naik kemudian salah satu teman kami meminta untuk naik kereta berikutnya, pria misterius tersebut juga melakukan hal yang sama. Tangannya melakukan gerak-gerik yang mencurigakan. Sesekali matanya memandangi teman-teman kami yang bercanda tawa.

Namun, kecurigaan kami hilang ketika pria tersebut turun satu stasiun sebelum Nevsky Prospekt. Dia turun tapi langsung mengambil handphone dan menghubungi seseorang. Padahal saat itu, kami sempat membuat strategi untuk mengantisipasi aksi jahat orang tersebut.

Ketika di stasiun Nevsky Prospekt, penumpang yang akan naik metro cukup padat. Kami menyebar diri ke beberapa pintu kereta. Stasiun ini sedikit berbeda dengan stasiun metro lainnya. Ada tembok yang membatasi pintu satu dengan pintu lainnya. Sehingga penumpang yang akan masuk terlihat berjubelan di pintu metro. Tanpa piker panjang, aku yang tidak ingin ketinggalan langsung masuk ke kerumunan. Setalah berhasil masuk, aku merasa ada yang tidak beres. Aku mengecek dompet di saku dan ternyata sudah tidak ada. Apesssnyo.

Dan ternyata setelah sampai di rumah, aku cek apa aja yang ada di dompet tersebut: uang sekitar 5000 IDR dan 700 rubel, serta kartu ISIC dan ESQ. Sedih, belum sempat scan dan foto kartu ISICnya 😦

Dari situ aku sadar bahwa, Russia memang negara maju dimana teknologi berkembang cukup pesat, namun budaya negara maju belum tercermin pada masyarakatnya. Kriminalitas masih cukup tinggi. Pemerintah belum mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat. Adanya kelompok kulit kepala juga menambah kekhawatiran akan keamanan warga, khususnya warga pendatang.

Advertisements

One thought on “Kecopetan

  1. Pingback: IYF Seliger: St Petersburg Trip | Dody Setiawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s