IYF Seliger: St Petersburg Trip

Beberapa orang sih bilang, “rugi kalau ke Russia tapi gak mampir ke St Peter”. Mereka bilang St Peter adalah salah satu kota terindah di Eropa.

Selama kegiatan Seliger, aku dan Ai sibuk mikir penginapan dan transportasi dari Tver ke St Peter dan dari St Peter ke Moscow. Akhirnya ada tawaran dari panitia untuk bus dari Tver ke St Peter dengan harga 1500 rub atau sekitar 450k IDR. Untuk penginapan aku percaya sama situs http://booking.com yang bisa buat booking hostel dan penginapan murah. Waktu itu, aku dapat hostel dengan harga sekitar 150k IDR di St Peter karena letaknya yang di pusat kota.

Jam 10 pagi aku berangkat dari Tver ke St Petersburg dengan bus yang disiapkan panitia. Dan karena Tver ke St Peter sangat jauh, kami harus siap bosen dengan 8 sampai 10 jam perjalanan. Sepanjang perjalanan kami melihat kawasan country (pinggiran) Russia, mulai dari pasar tradisional sampai rumah-rumah yang tak berpenghuni.

 

Dan sekitar pukul 8 malam kami sampai di stasiun metro Kupchino dimana setelah itu aku mengalami kejadian kecopetan. Setelah sampai di stasiun Mayakovskaya kami dijemput Ghozy, yaitu anak PPI Russia yang ditugaskan untuk menemani kami. PPI Russia memang punya divisi-divisi yang ditugaskan untuk membantu mahasiswa Indonesia yang ada di Russia.

Ghozy mengantarkan kami ke hostel yang ada di sekitar Nevsky Prospect. Dia juga yang mengenalkan kami pada yang punya hostel karena kami tidak ada yang bisa bahasa Russia dan ibunya juga gak bisa bahasa inggris.

Kemudian, kami makan malam di KFC di Nevsky Prospect. Walaupun ada di Russia, kami tidak bisa membuang kebiasaan makanan Indonesia. Dan KFC lah yang paling mirip dan biasa kami makan. Di KFC situ ada refill minuman bersoda seperti Pepsi. Tapi gelasnya bayar sekitar 15k IDR.

Setelah itu kami jalan-jalan malam di pusat kota St Peter. Perjalanan kaki kami berakhir di darmaga karena kami akan melakukan canal trip dan Ghozy harus pulang ke kosnya. Waktu itu sudah jam 12 malam. Kami berkeliling sungai-sungai di St Peter dengan suasana seperti di Venice, Itali (waktu lihat di film aku sangat pengen pergi kesana). Di kapal yang kami tumpangi, semuanya berpasangan kecuali kami yg bergerombol. Sumpah, suasananya romantic banget. Kami juga melihat jembatan terbuka yang memisahkan kota St Peter. Setelah itu kami pulang dan sampai hostel setelah pukul 3 pagi. #ngantuk.

Setelah bangun, Ghozy mengajak kami pesan tiket bus ke Moscow. Harganya sekitar 1100 rub. Kemudian kami diajak menyebrang jembatan dan ke Blue Mosque setelah makan siang di Burger King.

Blue Mosque adalah masjid yang pernah dibebaskan oleh Soekarno. Pada masa Uni Soviet, masjid itu digunakan sebagai gudang senjata. Soekarno melakukan diplomasi dengan presiden saat itu dan akhirnya mengaktifkan kembali Blue Mosque sebagai tempat ibadah.

 

Setelah itu, kami ke Museum tank dan Benteng Paul and Fortress. Saat keluar dari benteng, hujan datang. Kami kemudian berteduh di sebuah café. Setelah reda, perjalanan kami lanjutkan ke museum terlengkap di dunia, Hermitage.

 

Yah walaupun hanya 24 jam berada di kota ini, it was awesome. I wanna go there again someday, with my wife. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s