Water Purifier, The Future of Drinking Water

Air merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. Sebanyak 60 persen berat tubuh manusia dewasa adalah air yang bersumber dari air minum. Di dalam tubuh, air akan berfungsi sebagai zat transport oksigen dan karbondioksida serta nutrisi-nutrisi dari dan ke organ-organ dalam (Irawan 2007). Oleh karena itu, konsumsi air secara tepat adalah sebuah keharusan.

Minum Air untuk Menjaga Kesehatan (dottera)

Krisis air di Indonesia masih menjadi kendala utama dalam pencapaian visi peningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Hasil kajian USAID dan Basic Human Services tahun 2007 menyebutkan bahwa hampir 100 persen air minum yang dikonsumsi masyarakat Indonesia mengandung bakteri Eschereichia coli. Selain itu, menurut Bapda Pusat Statistik tahun 2009 akses air bersih dalam skala nasional baru mencapai 47.7 persen (Susanto 2012). Hal ini lah yang kemudian menyebabkan munculnya berbagai masalah kesehatan seperti penyakit diare yang setidaknya menyerang 4/10 orang dewasa dan anak balita dua kali per tahun (sumber : tempo).

Dengan kondisi seperti ini, masyarakat, khususnya masyarakat perkotaan mulai beralih ke air minum kemasan yang lebih praktis dan terpercaya dari segi keamanan dan kebersihannya. Data dari Aspadin (Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia) menunjukkan bahwa konsumen air minum dalam kemasan (AMDK) terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2013 mendatang diprediksi kebutuhan AMDK meningkat 10 persen menjadi 21.78 miliar liter (sumber: Investor Daily).

Tingginya pasar AMDK ini kemudian mendorong para produsen air minum kemasan untuk meningkatkan produksi mereka. Namun, kondisi ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Eksploitasi sumber mata air yang berlebihan dapat menyebabkan ketidak seimbangan ekosistem di area mata air. Dan, pada akhirnya juga akan berdampak pada ketersediaan air di wilayah hilir karena sebagian besar air sungai bersumber dari hulu.

Sampah Botol Minuman Kemasan (ecosalon)

Saat ini, air minum kemasan dari sumber mata air tidak bisa dijadikan pasokan air minum utama karena berbagai kekurangannya. AMDK menggunakan kemasan berbahan plastik yang tidak ramah lingkungan. Selain itu, untuk sampai ke tangan konsumen, air kemasan dari sumber mata air harus dipindahkan menggunakan kendaraan bermotor yang membutuhkan biaya yang tidak murah, disamping boros bahan bakar dan mengeluarkan polusi yang mencemari udara.

Solusi pintar dari kelangkaan air minum adalah menggunakan air yang tersedia di sekitar kita. Air kran dari PDAM atau air tanah dapat diolah lagi secara rumah tangga dengan teknologi water purifier yang telah tersebar luas di masyarakat. Teknologi terbaru dari water purifier telah terbukti mampu menghilangkan bakteri, virus dan parasit tanpa memerlukan sumber energi, seperti gas ataupun listrik. Salah satu pemurni air yang terkenal adalah PureIt yang sukses dengan penjualan terbesar di dunia (Verify Markets).

Advertisements

One thought on “Water Purifier, The Future of Drinking Water

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s