Indonesian Cultural Day 2016

Setahun lalu PPI NCU mengadakan Indonesian Cultural Day (ICD) yang kedua. Pada saat itu, saya diamanahkan jadi kadiv acara. Alhamdulilah tim-tim acara sangat kreatif dan berkomitmen penuh untuk ICD. Pada saat itu, kita kurang orang banget, cuman 40an orang. Dan yang bisa dijadikan panitia dan pemain mungkin tidak sampai 30 orang. Alhasil, banyak yg double job. Banyak yang main sampai 3-4 kali, termasuk wela, ketua panitia dan ketua PPInya.
Walaupun banyak kendala ini itu, alhamdulilah kegiatan ICD yang kedua itu berjalan lancar. Jumlah peserta meningkat cukup signifikan dari tahun sebelumnya. Selesai ICD, ngobrol2 sama temen2 acara. Kita sama2 punya mimpi buat bikin ICD lebih besar, dengan tempat yang dapat menampung lebih banyak orang dan fasilitas yang lebih lengkap.
Fall tahun 2015, ada lebih dari 50 orang yang datang ke NCU. Total mahasiswa menjadi lebih dari 100 orang. Gak hanya itu, kebanyakan anak2 baru ini memang masih muda tapi punya bakat di bidang seni, seperti paduan suara, penyanyi, gitar, fotografi, drama, dll. Saya baru sadar ini ketika panitia ICD sudah terbentuk.
Desember 2015 kita membentuk panitia dan Ellsa jadi ketuanya. Anaknya aktif dan selalu bersemangat untuk nyiapkan ICD. Teman2 panitia yang lain juga sangat antusias dan berdedikasi buat bikin kegiatan ini sukses (Lebih baik show up supaya orang lain tahu kita punya minat dan bakat di suatu bidang).
Dari beberapa kali diskusi, kami memutuskan untuk mengadakan ICD di grand lecture hall. Dengan kapasitas sekitar 500 orang. Kami juga mengharapkan lebih banyak orang yang datang dan mengikuti kegiatan ICD. Oleh karena itu, awal januari kita mulai mondar mandir di taipei buat cari sponsor.
Singkat cerita kita dapat beberapa sponsor yang siap mendukung acara kita. KDEI sebagai perwakilan RI di taiwan juga mendukung penuh kegiatan kami. Mereka juga menawarkan peminjaman barang dan transportasi. Mereka juga membantu mengenalkan kami pada Dream Community. Dari sinilah kita mulai berkolaborasi dengan komunitas lain.
Ellsa sangat aktif berkomunikasi dengan Dream Community. Kebetulan beberapa staffnya adalah orang Bali. Jadi lebih enak untuk komunikasinya. Kita ditawarkan peminjaman berbagai properti tari, payung, backdrop, dll. Intinya mereka siap mendukung kegitan kami. Sebagai timbal balik, kami dilatih gamelan untuk ditampilkan di ICD. Ini kali pertama gamelan ditampilkan di Taiwan (tepok tangan). Tidak hanya itu, mereka juga membawakan ogoh-ogoh patung ganesha yang jadi salah satu magnet penarik perhatian orang2 untuk datang ke ICD.
Secara kepanitiaan ICD tahun ini lebih rapih dengan jobdesk yang lebih jelas. Walaupun pada perjalanannya banyak perubahan, tapi alhamdulilah tetap berjalan lancar. Semua orang bekerja keras untuk bikin kegiatan ini sukses dan alhamdulilah kita banyak dukungan dari berbagai fihak (berjejaring dan berkolaborasi itu penting).
Pada saat hari H, kita tidak menyangka kalau pesertanya bisa sangat banyak. Padahal terakhir pendaftaran online baru sekitar 300an. Nasi kuning yang kita siapkan untuk 400 orang pun juga sudah ludes tanpa sisa. Beberapa media juga turut meramaikan meliput kegiatan ini, slah satunya NCU.
Kita juga kedatangan tamu, Bunda Pipit Senja, seorang penulis yang didampingi dua orang pegiat seni di Taiwan, Ms Lin dan Mr Alex. Sepanjang kegiatan ICD mereka sangat excited. Alex tak henti-hentinya mengambil foto dan video berbagai kegiatan kita. Bahkan mungkin dokumentasinya lebih lengkap dari punya panitia (no hurt feeling guys, kita memang kurang orang). Setelah acara pun dia juga masih aktif upload2 foto dan video di timeline facebooknya. Seakan dia juga bagian dari panitia ICD. Bunda Pipit pun juga menulis sebuah artikel di website resminya tentang ICD (terharu).
Usai kegiatan, saya banyak dapat ucapan selamat dan pujian dari teman-teman kelas, KDEI, maupun teman-teman lain yang menonton. Sepertinya anak2 PPI juga masih hanyut dalam euroria ICD. Berbagai foto dan video ICD banyak muncul di timeline facebook. Mungkin itu jadi penampilan pertama mereka, tapi langsung di luar negeri dengan jumlah penonton yang tidak tanggung2. Atau mungkin mereka tidak tampil tapi aktif mengkonsep acaranya, dan itu sukses. Selamat guys. You finally made it.
Banyak cerita, pengalaman, keseruan selama menyiapkan ICD ini. Mungkin jadi lebih dekat juga dengan beberapa orang yang awalnya masih agak kaku. Anak-anak juga jadi lebih berbaur dan tidak bergrup-grup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s